Rabu, 15 Agustus 2007

Bushido, The Code of Conduct

Seorang klien, mengirim sebuah tantangan yang unik. Ia ingin saya mencangkok, sebuah sistem kode etik untuk para staf salesman-nya. ‘’Saya ingin, agar para salesman perusahaan saya, mengalami sebuah transformasi yang mampu membuat mereka menjadi salesman yang agresif, dan produktif. Saya ingin salesman saya, menjadi prajurit tangguh yang bisa saya andalkan untuk membuka pasar dan menciptakan pertumbuhan usaha ditahun 2007, mendatang,’’ kata dia.

Mendengar tantangan seperti itu, saya cuma bisa senyum simpul. Karena tantangan-nya memang berat sekali. Dan setahu saya, banyak pelatihan dan pendidikan untuk salesman, tapi belum

ada satu code of conduct yang baku untuk salesman. Dokter dan pengacara, memang punya asosiasi profesional yang juga merumuskan code of conducts dan code of ethics.

Di Jepang sekitar abad ke 9, kelompok pendekar yang disebut Samurai atau Bushi membentuk sebuah kelas elit dimasyarakat hingga abad ke 12. Mereka malah menjadi kasta penguasa selama berabad-abad, hingga status mereka di hilangkan pada tahun 1876, dalam era Meiji. Para Samurai, memang unik, mereka adalah pendekar-pendekar dengan kecakapan tinggi, mulai dari ilmu bertempur hingga bela diri. Mereka juga punya code of conduct yang istimewa, yaitu Bushido. Loyalitas mereka terhadap raja dan penguasa setempat dimana mereka mengabdi, merupakan kualitas yang tidak diragukan lagi. Kehidupan mereka sangat sederhana, Samurai mengidolakan hidup yang bersih, dan jujur. Bagi mereka kehormatan dan jiwa kesatria adalah junjungan. Samurai sejati tidak pernah takut menghadapi pertempuran apa-pun.

Bushido yang menjadi the code of Samurai terdiri dari tujuh prinsip: baik dan murah hati, keberanian, kejujuran, kehormatan, keadilan, loyalitas dan respek. Memang susahnya, adalah bagaimana menterjemahkan ketujuh pilar itu kedalam code of conduct seorang salesman.

Respek: seorang salesman yang baik, memang harus memulainya dengan perasaan respek penuh kepada konsumen dan pelanggannya. Ia tidak boleh punya sikap meremehkan dan merendahkan konsumen.

Loyalitas: tapi jangan lupa, loyalitas sesungguhnya seorang salesman ada pada produk atau jasa yang dijualnya. Ia adalah

Keadilan:seorang salesman yang baik, selalu akan bisa berada ditengah. Bertindak dengan penuh fairness. Tidak pernah menipu.

Kehormatan: seorang salesman yang berjiwa Bushido, tahu sepenuhnya apa arti kehormatan itu. Misalnya ia tahu cara untuk menepati janji. Ia punya rasa tanggung jawab yang sangat besar. Ia sadar akan kewajiban-nya untuk membentuk reputasi dan kredibilitas perusahaan yang baik, serta menjaganya dengan hati-hati.

Kejujuran:Konon sangat mustahil bagi seorang salesman yang berprestasi tinggi untuk bisa jujur sekaligus. Anggapan ini terbukti salah kaprah. Seorang salesman justru harus hidup penuh kejujuran.

Keberanian: seorang salesman yang baik, biasanya cepat akan memperlihatkan keberanian bak seorang pendekar yang maju perang.

Baik dan Murah hati: seorang salesman yang piawai, sangat paham untuk memperlihatkan simpati dan ketulusan hatinya. Ia bukanlah sebuah robot dingin tanpa emosi sedikitpun. Ia adalah duta besar dari produk yang diwakilinya.

Ketika Bushido ini saya berikan dalam sebuah pendidikan dan pelatihan salesman di perusahaan teman saya, hasilnya sangat mujarab. Saya melihat ada kebanggaan tertentu dimata para salesman, ketika mereka merasa bahwa profesi mereka setara dengan para Samurai. Mereka merasa bahwa profesi yang digeluti selama ini, terbukti memiliki etika tinggi yang patut mereka junjung dengan kesungguhan hati.(kafi kurnia)

Tidak ada komentar: